Rabu, 25 Agustus 2021

Nyanyi Sunyi Taman Piknik Selama Pandemi

 



Taman Piknik sesuai dengan namanya selalu menjadi tujuan utama   masyarakat Cipinang Melayu dan sekitarnya untuk melepaskan kepenatan dan kesumpekan usai beraktifitas di tengah hiruk-pikuknya keramaian Ibu Kota Jakarta. Tempat terbuka untuk umum ini, menawarkan ruang terbuka hijau yang cukup luas, tersedia  tempat bermain anak-anak, hamparan rumput yang luas cocok untuk duduk-duduk lesehan santai di bawah pepohonan rindang nan  teduh, hingga spot-spot menarik untuk swafoto.

Saban hari, apalagi pada hari week end tempat ini, tidak pernah sepi pengunjung, suara gelak tawa orang dewasa terdengar dimana-mana hingga  anak-anak yang berisik sembari bermain perosotan dan sarana wahana bermain lainnya yang terbilang koleksinya cukup komplit. Belum lagi keasyikan anak-anak baru gede (ABG) yang riang-gembira berswafoto  mengabadikan momen bahagia  mereka bersama-sama teman dan keluarga.

Sayang semenjak merebaknya Pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020 lalu, canda-tawa, berisik anak bermain, dan senyum sumringah para muda-mudi remaja tidak pernah terdengar lagi.  “Kondisi sepi dan sunyi sudah terjadi satu setengah tahun terakhir, ya semenjak awal pandemi dengan diberlakukannya PSPB dan PPKM, pengelola memasang  papan larangan kunjungan oleh siapapun hingga waktu yang tidak pasti.” Kata salah seorang petugas keamanan kepada Sunu Johanes, baru-baru ini.

Semua pihak berharap bencana pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga pusat keramaian, obyek wisata, dan aktifitas kota lainnya segera pulih. Taman Piknik juga telah rindu oleh keramaian pengunjung, ingin menikmati kembali gelak–tawa, nyanyian gembira anak-anak kecil dengan anggota keluarga lainnya. Semoga dalam waktu tidak lama lagi taman ini,  tidak sunyi  sepi, kontras dengan geliat hingar-bingar kesibukan warga  Ibu Kota Jakarta. 5u7o

 

 


Tidak ada komentar:

Muntilan - Betlehem "van Java", Magnet Dua Kota Beda Budaya

                                                                       Kolese Franciscus Xaverius (SMAPL) Van Lith (Ist) Kota Muntilan mend...