Jumat, 20 Agustus 2021

Si Cantik Danau Pilar Jati Belum Bersolek






Belahan Timur Kota Jakarta  (Jakarta Timur), hadir satu alternatif  alam gratis paling anyar - Waduk Pilar Jati. Sejatinya waduk (danau buatan) ini, masih berstatus "potensi" obyek wisata karena hingga kini pengerjaannya belum rampung, keburu ada bencana pandemi Korona (Covid-19). 

Keberadaannya tepat di dalam kompleks elit Perumahan TNI AU Waringin  Permai, Jalan Wirajasa, Keluruhan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar - perbatasan dengan Pondok Gede, Bekasi. Pesona waduk seluas 7.128 meter persegi, telah menjadi magnet bagi warga  sekitar untuk sekedar duduk-duduk bersama keluarga sembari menikmati keindahan sunset dan berseliweran pesawat menuju atau meninggalkan bandara HPK, olah raga jalan kaki atau berlari  ringan di tanggul waduk yang belum tertata apik. 

Ada juga warga yang  asyik memancing untuk menghilangkan kepenatan sumpeknya  kehidupan di Kota Metropolitan Jakarta. Kalau beruntung bisa mendapatkan ikan nila atau gabus penghuni rawa yang kini telah disulap menjadi waduk. Ibarat ada gula ada semut, kehadiran turis lokal dadakan turut mengundang kehadiran para pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai jenis makanan jalanan dan mainan anak-anak.

Mengutip metro.sindonews.com,  Pemprov DKI Jakarta mulai membangun Waduk Pilar Jati sejak awal tahun 2020 lalu dan ditargetkan rampung pada bulan September 2020 lalu. Itu menurut Walkot Jakarta Timur, M. Anwar ketika mengunjungi waduk (17/9/20) lalu. Ini menjadi  program prioritas Pemprov DKI Jakarta agar warga di sekitar waduk dapat terbebas dari ancaman bencana banjir yang selalu menghampiri  mereka setiap datangnya musim penghujan. 

Warga sekitar  berharap, waduk ini segera rampung pengerjaannya "bersolek" untuk bisa dinikmati kecantikan  sesungguhnya --pengerasan tanggul yang sekaligus menjadi sarana jogging track, tanaman perindang, pembenahan saluran got dari pemukiman warga setempat,dsb. Harapan terbesar, ketika datang musim penghujan warga sekitar dapat berkata: "good bye, banjir". 5u7o.


 






Tidak ada komentar:

Muntilan - Betlehem "van Java", Magnet Dua Kota Beda Budaya

                                                                       Kolese Franciscus Xaverius (SMAPL) Van Lith (Ist) Kota Muntilan mend...